Skip to content
Apa Beda
Menu
  • About
Menu

Perbedaan Lcd Asus Zenfone Live L1 Dan L2

Posted on April 10, 2023 by ApaBeda

Perbedaan Lcd Asus Zenfone Live L1 Dan L2 – – ASUS diam-diam meluncurkan produk pertama dari smartphone barunya, ASUS ZenFone Live L2. Bekerja sama dengan Blibl, kesepakatan ini akan berlangsung hingga 26 April 2019.

ZenFone Live L2 merupakan smartphone kelas atas yang menggantikan pendahulunya, ZenFone Live L1. Sekilas, perangkat baru ini membawa banyak peningkatan dari pendahulunya.

Perbedaan Lcd Asus Zenfone Live L1 Dan L2

Peningkatan apa yang dibawa ponsel baru ini? Apakah masih sama dengan pendahulunya? Di bawah ini adalah grafik perbandingan ZenFone Live L2 dan ZenFone Live L1 untuk ulasan kami.

Asus Zenfone Lite L1 (za551kl)

ZenFone Live L2 hadir dengan desain modern. Selain memiliki layar 18:9, perangkat ini memiliki pilihan yang sangat bagus. Seperti kebanyakan smartphone baru, ZenFone Live L2 memiliki pilihan warna terang dengan warna merah atau biru.

Di atas kertas, ZenFone Live L2 menawarkan kemampuan komputasi yang baik. Pasalnya, perangkat ini sudah menggunakan Snapdragon 430 yang artinya menawarkan lebih.

Meski sama-sama berbasis ARM Cortex-A53 dengan kecepatan hingga 1.4GHz dan teknologi 28nm, Snapdragon 430 memiliki delapan inti (octa-core), sedangkan Snapdragon 425 hanya memiliki empat inti (quad-core).

Dengan penjelasan yang sama, perbedaan jumlah core juga mempengaruhi performa. Hal ini dapat dipikirkan agar jika tugas yang sama dikerjakan oleh banyak orang, maka tugas tersebut menjadi lebih mudah atau lebih cepat selesai.

Review Asus Zenfone Live L2: Hp Android Murah Harga 1 Jutaan

Sebelumnya, ASUS menggunakan dua OS berbeda untuk ZenFone Live L1. Keduanya adalah Android Oreo, ZenFone Live L1 memiliki RAM 2GB yang menjalankan Android stock, sedangkan ZenFone Live L1 memiliki RAM 1GB yang menjalankan Android Go.

Bagi yang belum tahu, Android Go adalah versi Android yang lebih ringan yang ditujukan untuk smartphone kelas atas. Versi sederhana ini mendapatkan pengoptimalan di tiga area yaitu Sistem, Layanan Google Play, dan Google Apps.

Sedangkan pada ZenFone Live L2, ASUS hanya menggunakan satu jenis sistem operasi, yaitu ASUS ZenUI 5 yang berbasis Android Oreo. Ini karena sistem ini menyertakan jenis RAM yang sama. Ponsel Rp 1 jutaan memang terdengar sangat murah. Tapi apa yang terjadi ketika Anda mendapatkan banyak untuk Rp juta? Setidaknya itu yang saya rasakan saat menggunakan Asus Zenfone Live L2, HP Asus murah. Asus Zenfone Live L2 sendiri merupakan penerus dari Asus Zenfone Live L1 yang juga dijual dengan harga lebih murah yakni 1 jutaan. Bedanya, Asus Zenfone Live L2 memiliki fitur yang lebih menarik dan grafis yang lebih baik. Spesifikasi ponsel ini juga cukup bagus. Anda dapat menemukan video berikut di Asus Zenfone Live L2 di ulasan dan komentar dan dari saya dan tim saya. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang ulasan HP ini, lihat artikel ulasan kami. Simak review Asus Zenfone Live L2 berikut ini sekarang juga. Spesifikasi Asus ZenFone Live L2 [aps_product_specs id=”45102″] Desain Desain Asus Zenfone Live L2 memang tidak terlalu istimewa untuk sebuah smartphone seharga Rp jutaan. Ponsel ini menawarkan desain standar namun sebenarnya sedikit lebih baik dari Asus Zenfone Live L1. Struktur rangka HP terbuat dari plastik padat yaitu plastik kotor. Tahukah Anda, desain khusus memudahkan sensor sidik jari meninggalkan bekas di bagian belakang bodi. Anda memerlukan penutup atau casing agar bingkai tetap terlihat bagus, dan sayangnya tidak ada bonus yang disertakan dalam produk. Dengan berat 140 gram, smartphone ini memiliki dua lubang speaker di sisi bawah microUSB. Tentu saja, jangan mengharapkan port USB Type-C. Bahkan ponsel seharga 3 jutaan ke atas masih menggunakan microUSB. Pada saat yang sama, terdapat lubang di bagian atas jack audio. Di sebelah kiri adalah baki SIM, yang bukan hybrid, yaitu kartu SIM dengan tiga slot yang dapat menampung dua kartu SIM dan microSD. Di sebelah kanan adalah tombol power dan volume rocker yang normal. Di bagian belakang sasis HP terdapat logo ASUS. Berbeda dengan logo ASUS pada smartphone sebelumnya yang biasanya berbentuk horizontal. Misalnya pada Asus Zenfone Max Pro M2, logonya berbentuk horizontal dan diletakkan di bawah sensor sidik jari. Berbicara tentang sensor sidik jari, ponsel ini tidak memiliki sensor sidik jari. Tidak perlu jari. Bahkan bagian belakang bingkai terlihat dari kamera di pojok kanan atas. Baca Juga: Khawatir Data Hilang? Inilah Pentingnya Penyimpanan dan Pemulihan Data Berikut 10 Kelebihan dan Kekurangan Asus Zenfone 6 ZS630KL! Review Infinix Hot 12i, HP sejutaan dengan banyak fitur. Review POCO M4 Pro, Ok Smartphone All Round Asus ROG Phone Review: Anda Layak Mendapatkan Smartphone Gaming Terbaik Ya, sepertinya memegang smartphone ini terasa mudah. Bobot dan dimensinya memberikan ukuran 147,3 x 71,8 x 8,2 mm. Tidak terlalu berisik dan cukup memadai untuk harga sebuah ponsel. Menggunakan ponsel ini dengan satu tangan juga sangat mudah, bahkan memiliki navigasi satu tangan yang membuat pengalaman menggunakan ponsel ini menyenangkan, namun jari besar seperti saya tidak perlu menggunakan ruang ini untuk menavigasi layar. Layar Asus Zenfone Live L2 menawarkan layar IPS LCD dengan ukuran layar 5,5 inci. Resolusi layar 720 x 1440 piksel dan rasio aspek 18: 9. Kepadatan layar juga 293 ppi. Ya, screen to body ratio ponsel ini hanya 73,8%. Sisi layar ini diterapkan sebagai standar setidaknya untuk ponsel murah. Tentu saja, Anda tidak perlu mengharapkan resolusi Full HD dari ponsel seharga Rp 1 jutaan. Tampilan HD+ sudah cukup baik, terutama bagi mereka yang hanya ingin menonton YouTube dalam 720p atau 480p. Ya, tampilan ponsel ini sangat jernih. Padahal, warna yang dihasilkan memang gelap, tapi bisa diterima dan tidak terlalu gila. Anda dapat menikmati konten seperti YouTube atau menonton film di ponsel ini, tetap akan baik-baik saja. Layar HP juga memiliki kontras yang bagus. Sayangnya, saat menggunakan ponsel di luar ruangan dan di bawah sinar matahari, tampilan layarnya tidak begitu jelas. Layarnya sedikit sensitif, meski resolusi layarnya tinggi. Fitur dan User Interface Asus Zenfone Live L2 memiliki user interface ZenUI 5 yang masih berbasis Android 8 Oreo. Tentu hal ini sedikit miris mengingat sebagaimana mestinya, smartphone yang dirilis pada tahun 2019 ini sudah mendukung Android 9 Pie. Namun secara umum Asus sangat baik dalam memberikan update OS. Saya pikir ZenUI 5 dari ponsel ini adalah yang menjual dirinya sendiri. Mengapa? Karena ZenUI 5 menawarkan lebih banyak fitur, yaitu lebih. ZenUI 5 tidak hanya menampilkan gambar grid, tetapi lebih banyak lagi. ZenUI 5 menawarkan banyak fitur seperti alat satu tangan, pengaturan sarung tangan, fitur video definisi tinggi, pembersihan perangkat, Windows-Windows dan AudioWizard. Berikut adalah tiga fakta menarik yang menurut saya berguna. Yang pertama adalah fitur mobile manager, cara mengatur penggunaan data, pembersihan “sampah”, keamanan dan lain sebagainya. Fitur ini memungkinkan pengaturan yang berbeda di satu tempat, yaitu “hub”. Fitur lain yang menarik adalah “Battery Mode”. Dengan mode ini, Asus Zenfone Live L2 dapat diatur dalam banyak mode seperti mode aktif, mode hemat daya, dan mode normal. Cara ini juga memungkinkan HP ditempatkan pada keadaan tertentu pada waktu tertentu. misalnya, mengalihkannya ke mode hemat daya antara pukul 09.00 dan 05.00. Fitur menarik ketiga adalah “Manajemen File”. Fitur ini sederhana namun bermanfaat untuk melacak penggunaan internal. Seperti analisis database, transfer data data ke PC dan lainnya. Selain fitur ala ZenUI, Asus Zenfone Live L2 juga hadir dengan notifikasi LED berwarna. Lampu notifikasi dapat berkedip dengan warna yang berubah-ubah, sebuah kenyamanan yang jarang ditemukan di smartphone lain. Performa Asus Zenfone Live L2 didasarkan pada chipset Qualcomm Snapdragon 430 yang jauh lebih baik dari Asus Zenfone Live L1 yang hanya memiliki Qualcomm Snapdragon 425. Hal ini karena kedua chipset tersebut diproduksi pada 28nm. Kedua chipset tersebut sebenarnya memiliki tipe prosesor yang sama, yaitu octa-core 1.4GHz Cortex-A53. Bedanya, Snapdragon 425 memiliki GPU Adreno 308, sedangkan Snapdragon 430 memiliki Adreno 505. Dari segi performa secara keseluruhan, jelas Asus Zenfone Live L2 sudah sangat bagus. Tentu saja, karena harganya yang murah, Anda tidak boleh mengharapkan ponsel bekerja dengan baik saat menggunakan banyak aplikasi secara bersamaan. Bagaimanapun, itu baik untuk kebutuhan dasar. Benchmarking, Asus Zenfone Live L2 mendapatkan skor Antutu 56.529. Sedangkan skor tunggal Geekbench 4 adalah 664 dan skor maksimum 2.433. Tidak banyak poin, tentu saja. Asus Zenfone Live L2 sendiri menawarkan ruang penyimpanan terbatas. Unit yang saya ulas memiliki RAM 2GB dan penyimpanan 16GB. Jenis penyimpanan ini terlalu kecil untuk kebutuhan kita saat ini. Mengapa? Lihat saja gambar di bawah ini. Gambar diatas menunjukkan keadaan awal Asus Zenfone Live L2 saat pertama kali booting. Terlihat ZenUI 5 Android 8 Oreo mengambil memori internal 8,2 GB. Ini hanya menyisakan penyimpanan 7GB. Padahal RAM yang digunakan 1,5 GB. 1 2 »

Pria lulusan Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran ini mulai menulis dengan penuh semangat dan belajar. Dia juga suka membaca, terutama budaya pop. Namun, kecintaannya pada teknologi, terutama dunia gadget, lebih diperhatikan dibandingkan budaya pop lain seperti anime, game, atau K-Pop.

Diuji 5.5 Untuk Asus Zenfone Live L1 Za550kl Zb550kl X00rd Tampilan Lcd + Layar Sentuh Penggantian Perakitan Digitizer|ponsel Layar Lcd|

Salah satu perangkat favoritnya adalah LG G4. Ini adalah produk yang populer di tahun 2015 dengan fitur dan fungsionalitas yang cukup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

©2026 Apa Beda | Design: Newspaperly WordPress Theme